Lokasi Berhantu Menyeramkan Di Dunia

Jenishantudunia.com – Beberapa wilayah di dunia sering dijuluki sebagai tempat paling menakutkan dan angker. Kesaksian warga yang mengaku telah melihat sesuatu yang aneh, penampakan, suara tidak dikenal atau bahkan kasus trans membuat tempat itu dikenal sebagai yang paling sering dikunjungi. Dari mulut ke mulut, yang kemudian ditransmisikan dari satu generasi ke generasi yang lain, membuat kisah ajaib itu lebih legendaris. Tidak hanya untuk orang-orang di sekitarnya, tetapi mereka menyebar ke seluruh dunia.

Tempat-tempat menyeramkan dan angker memang sudah tak asing di telinga kita. Masing-masing lokasi tentu menyimpan cerita tersendiri. Ada hal yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Sebut saja kasus penyiksaan, bunuh diri, atau bahkan tempat pembunuhan. Karena latar belakang tersebutlah lokasi angker ini kerap dikaitkan dengan sesuatu hal yang berbahaya. Mulai dari pelarangan masuk lokasi angker tersebut atau tak boleh berkata-kata aneh selama berada di sana.

Seperti dikutip dari laman jenishantudunia.com, Senin (11/2/2019), berikut lokasi yang berpredikat sebagai kota berhantu:

Craco, Italia
Kota Craco atau yang dikenal dengan sebutan hillside ghost down ditemukan pertama kali pada Abad ke-8 dan kota ini banyak dipenuhi oleh tebing-tebing tinggi. Namun, kota ini sudah ditinggalkan oleh penduduknya lantaran bencana alam yang terus terjadi. Pada tahun 1963, banyak yang dievakuasi setelah tanah longsor; pada tahun 1972 banjir membuat kondisi semakin genting; dan pada 1980 gempa bumi menyebabkan kota itu ditinggalkan secara keseluruhan. Akibat bencana, banyak warga yang meninggal dan terkubur di tanah itu. Konon, kota ini sangat berhantu. Banyak yang mengklaim jika hantu di sana adalah mereka yang dulu tinggal di sana.

Pulau Hashima, Jepang
Pulau ‘hantu’ tak berpenghuni ini terletak di lepas pantai Nagasaki, Jepang. Pulau yang disebut-sebut angker itu pun telah lama ditinggalkan. Dengan penampakan pulaunya yang mirip kapal perang, tak heran jika Hashima Island umumnya dikenal sebagai Gunkanjima atau pulau kapal perang.  Selama hampir satu abad ( 1887-1974 ), pulau itu merupakan tempat pertambangan batu bara yang menampung ribuan pekerja. Perusahaan Mitsubishi membelinya pada tahun 1890 dan dibangun gedung beton besar pertama di Jepang setinggi 9 lantai. Dengan jumlah penduduk 5.259 orang pada tahun 1959, pulau seluas 6,3 hektar itu adalah tempat yang paling padat penduduknya per meter persegi di dunia.

Ketika tambang yang sibuk itu ditutup, Pulau Hashima jatuh bangkrut. Pulau terpencil itu kemudian dilupakan. Namun hal itu justru menjadi pemikat bagi para wisatawan, dengan struktur mempesona reruntuhannya yang menakutkan. Pulau ‘hantu’ Hashima, merupakan salah satu dari 505 pulau di Prefektur Nagasaki. Letaknya sekitar 15 km dari Nagasaki.

Baca juga : Ciri Hewean Peliharaan Anda Melihat Hantu

Pulau Boneka Xochimilco, Meksiko
Boneka adalah sesuatu hal yang dikenal lucu. Terlebih bagi anak-anak. Namun apa jadinya jika boneka-boneka itu tergantung di pepohonan dengan mata terbelalak dan seperti menatap dengan pandangan kosong. Belum lagi ketika boneka tersebut dalam kondisi rusak sebagian. Apakah Anda masih berfikir mereka lucu? Menurut legenda setempat, di hutan Meksiko ditemukan seorang jasad gadis kecil yang mengambang di tepi sungai. Penjaga pulau tersebut kemudian membawa jasad korban ke tepi sungai. Kala itu, ia tengah memegang sebuah boneka. Untuk mengenang mendiang sang gadis, pria tersebut menggantungkan boneka si gadis di dekat pohon tempat mayatnya ditemukan.

Namun anehnya, pria itu setiap hari membawa boneka ke hutan untuk sang gadis perempuan. Boneka itu ia gantung di setiap pohon. Aktivitas ini terus ia lakukan hingga seluruh pohon di hutan itu digantungi boneka. Hingga akhirnya kegiatan itu terhenti karena sang pria meninggal dunia. Penduduk setempat mengatakan boneka-boneka itu kerap bergerak dan mengeluarkan jeritan setiap tengah malam. Saksi lainnya mengklaim mendengar boneka itu saling berbisik dan mengganggu pengunjung yang datang.

Kolmanskop, Namibia
Kolmanskop adalah yang paling ramai di awal 1900-an, ketika penambang Jerman datang ke daerah itu untuk berburu berlian. Kota ini memiliki ruang dansa, rumah sakit, dan arena bowling di antara fasilitas lainnya setelah ramai dikunjungi. Namun, tak lama setelah Perang Dunia I, kota ini benar-benar ditinggalkan. Banyak warga yang tak bisa berbuat apa-apa hingga meninggal di kawasan itu.