Hantu yang Melegenda dan Dianggap Paling Menakutkan

Hantu yang Melegenda dan Dianggap Paling Menakutkan

Jenishantudunia.com – Indonesia adalah negara yang memiliki budaya dan bahasa daerah terbanyak, Hal itu tentunya wajar mengingat Indonesia adalah negara kepulauan. Ada berbagai pulau besar dan pulau kecil yang ada di Indonesia. Masing-masing pulau ini melahirkan budaya dan bahasa daerah sendiri-sendiri. Bahkan dalam satu pulau saja bisa ada berbagai budaya di sana.

Nah, faktor budaya inilah yang kemudian melahirkan legenda hantu di masing-masing daerah. Percaya atau tidak, beberapa jenis hantu ini memang terlahir di Indonesia dan tidak akan ditemui di negara lain.

Nah, kamu penasaran legenda hantu apa saja yang dimaksud, bukan?

Berikut legenda hantu Indonesia yang dianggap paling menyeramkan.

1. Pocong

Sosok ini dianggap sebagai hantu paling mengerikan oleh masyarakat Indonesia.

Banyak yang mempercayai bahwa pocong merupakan bentuk protes dari orang mati yang tali kafannya lupa dibuka saat kuburan sudah ditutup dengan tanah.

Karena itu sosok pocong digambarkan sebagai hantu yang melompat-lompat dan mendekati amngsanya.

Selain itu, pocong juga sering digambarkan memiliki wajah dengan warna putih pucat tanpa ekspresi dan lubang mata berongga.

2. Suster Ngesot

Banyak yang percaya bahwa sosok Suster Ngesot pertama kali muncul di Rumah Sakit jalan Salemba, Jakarta.

Banyak yang percaya bahwa sosok ini adalah wanita yang diperkosa oleh seorang pria.

Setelah diperkosa, wanita yang dipercaya berprofesi sebagai suster ini, dibunuh dengan cara yang cukup sadis.

Sebelum dibunuh, kaki wanita ini dilukai hingga dirinya tidak bisa berjalan.

Karena itu dia menjadi hantu Suster Ngesot yang tidak bisa berjalan.

Baca Juga : Kasus Kematian Yang Diduga Oleh Hantu

3. Sundel Bolong

Sesosok hantu wanita berambut panjang dan bergaun putih, tapi bagian punggungnya bolong sehingga organ dalamnya terlihat.

Sundel bolong selalu dikisahkan sebagai wanita yang tewas terbunuh karena diperkosa atau melahirkan anaknya di dalam kubur.

4. Kuntilanak

Banyak yang percaya bahwa sosok ini dulunya adalah seorang wanita hamil yang meninggal dunia.

Dalam kisah rakyat melayu, Kuntilanak digambarkan sebagai perempuan cantik yang sering muncul bersamaan dengan bau harum bunga kamboja.

Kuntilanak konon menyukai pohon tertenu sebagai tempat bersemayam.

Misalnya saja pohon waru yang condong ke samping (waru doyong).

5. Wewe Gombel

Tradisi Jawa mengatakan bahwa Wewe Gombel merupakan roh jahat yang suka menculik anak-anak yang ditelantarkan dan dibuang oleh orangtuanya.

Cerita menyebutkan bahwa Wewe Gombel dulunya merupakan seorang wanita yang meninggal bunuh diri lantaran dikejar masyarakat.

Masyarakat tersebut menuduhnya sebagai pembunuh sang suami yang tengah berselingkuh dengan wanita lain.

Cerita lain menyebutkan bahwa hantu ini disebut Wewe Gombel karena dia sering muncul di daerah Gombel, Semarang.

6. Hantu Jeruk Purut

TPU Jeruk Purut, Jakarta dipercaya dihuni oleh sesosok hantu yang menyeramkan.

Pada tahun 1986, ada seorang pastur tanpa kepala yang melintas di pemakanan karena ingin mencari makamnya.

Mitos mengatakan bahwa jika kamu ingin melihat pastur tanpa kepala ini, kamu harus datang ke Jerut Purut dalam jumlah ganji (Sendiri atau tiga orang).

7. Genderuwo

Dikenal oleh masyarakat Jawa sebagai makhluk halus dengan wujud tinggi besar, kekar, dan dipenuhi bulu lebat.

Dia suka tinggal di pohon besar yang teduh atau sudut lembab yang gelap.

Banyak kisah yang mengatakan bahwa Genderuwo suka mengubah fisiknya menjadi seorang pria tampan.

Dia akan menggoda wanita yang ditemuinya, lalu menghamili wanita tersebut.

Hantu Pocong

Hantu Pocong

Jenishantudunia.com – Jika di lihat hantu pocong ini merupakan hantu dengan perwujudtan seperti guling “manusia terbungkus kain kafan” Di Indonesia, hantu semacam ini dikenal pula sebagai hantu bungkus atau Hantu Pocong.

Penggambaran pocong bervariasi. Dikatakan, pocong memiliki wajah berwarna hijau dengan mata yang kosong. Penggambaran lain menyatakan, pocong berwajah “rata” dan memiliki lubang mata berongga atau tertutup kapas dengan wajah putih pucat. Mereka yang percaya akan adanya hantu ini beranggapan, pocong merupakan bentuk “protes” dari si mati yang terlupa dibuka ikatan kafannya sebelum kuburnya ditutup.

Meskipun di film-film pocong sering digambarkan bergerak melompat-lompat, mitos tentang pocong malah menyatakan pocong bergerak melayang-layang. Hal ini bisa dimaklumi, sebab di film-film pemeran pocong tidak bisa menggerakkan kakinya sehingga berjalannya harus melompat-lompat. Keadaan ini pula yang menimbulkan suatu pernyataan yang biasa dipakai untuk membedakan pocong asli dan pocong palsu di masyarakat:

Kepercayaan akan adanya hantu pocong hanya berkembang di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera. Walaupun penggambarannya mengikuti tradisi muslim, umat beragama lain pun ternyata dapat mengakui eksistensi hantu ini.

Di berbagai daerah di Indonesia sendiri ada beberapa versi pocong yang terbentuk dari kepercayaan-kepercayaan dalam kehidupan sosial masyarakat. Salah satunya adalah yang pocong plastik[1] yang konon pernah menggegerkan warga Jakarta. Cerita tentang pocong plastik ini muncul dari kisah seorang wanita hamil yang dibunuh pacarnya.

Ketika sedang diotopsi dirumah sakit, mayat wanita itu terus mengucurkan darah, sehingga pihak rumah sakit memutuskan untuk membungkusnya dengan plastik. Warga percaya bahwa kemunculan pocong ini karena arwah dari wanita itu ingin dibukakan ikatan plastik pada jasadnya.