Cerita Horor OCD, Aku dengan Siapa?

Cerita Horor OCD Aku dengan Siapa

jenishantudunia.com – Cerita Horor OCD, Aku dengan Siapa?,Hai, perkenalkan namaku Lyd. Aku seorang ibu muda sekaligus orang tua tunggal. Usiaku hampir menginjak 35 pada tahun ini.

Perlu kalian ketahui sebelumnya, bahwa aku seorang penderita OCD (Obsessive-Compulsive Disorder). Penyakitku ini sudah kuderita sejak aku SMA. Aku suka merasa risih jika setelah dari tempat manapun, tidak mencuci tangan. Menurutku itu jorok. Siapapun dan di manapun mungkin bersin atau batuk, kemudian memegang suatu benda.

Tanpa kita ketahui, kita memegangnya juga. Aku hanya memiliki seorang anak, yang kini duduk di bangku SMA tingkat pertama. Untungnya dia tidak menuruni OCD ku ini. Meskipun begitu, dari kecil aku sudah membiasakan padanya akan pentingnya menjaga kebersihan.

Baca juga : Cerita Panggilan Misterius

Anakku bernama Adrien. Dia anak yang aktif di sekolahnya. Setiap pulang sekolah, selalu dia lanjutkan dengan kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya atau sekedar berolahraga bersama teman-temannya di luar rumah. Kadang waktunya dari ia pulang sekolah siang sampai pukul 20 malam. Hal itu tentu membuatku selalu sendirian di rumah. Aku tidak betah sendirian. Oh, dan aku juga tidak memiliki suami. Suamiku sudah pergi meninggalkanku sejak lima tahun yang lalu karena perampokan saat ia pulang kerja.

Jadi, saat itu merupakan hari Kamis yang nahas baginya. Setelah pulang kantor, di tengah jalan ada seseorang yang seolah-olah mengalami kecelakaan motor tunggal. Suamiku itu bermaksud membantunya. Akan tetapi, mereka lalu memanggil kawanannya. Mereka memaksa suamiku untuk menyerahkan uang, jam tangan, tas, termasuk mobil Jaguar kami. Karena suamiku menolak, terjadilah perkelahian kecil di antara mereka berdua, hingga salah satu dari teman perampok tersebut menembak suamiku dan tak sengaja mengenainya.

Alhasil para perampok itu mengambil semua harta suamiku termasuk mobilnya. Dia dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh saksi yang melihatnya. Aku sangat terkejut mendengar hal itu. Adrien saat itu kebetulan sedang menginap di rumah ibuku, jadi aku sendiri yang menjenguknya. Luka akibat tembakan tersebut berujung fatal. Suamiku rupanya tidak bertahan lama, meskipun sudah dioperasi oleh para dokter. Setelah ia koma selama seminggu, ia pun meninggal. Di pemakamannya, aku dan Adrien, sangat tertekan dan sedih.

Kini tidak ada lagi sosok pria yang akan menjaga dan melindungiku dan Adrien di rumah. Ditambah dengan kebiasaanku terkait OCD yang suka merasa khawatir jika belum merasa mengunci pintu rumahku. Tapi semua itu berubah semenjak kemarin.

Sore itu, seperti biasanya aku yang sendirian menunggu Adrien pulang, dikejutkan oleh suara ketukan di pintu depan. Rupanya itu seorang pemuda, entahlah siapa dia, mungkin tetangga baru kah? Usianya kisaran sepuluh tahun dibawahku, dan, dia juga tinggi serta rupawan. Dia memperkenalkan identitasnya kepadaku. Suaranya yang serak-serak basah dan agak berat mulai menggodaku. Kuketahui namanya Gerard.

Dia tinggal tiga blok di belakang rumahku. Alasan dia kemari dikarenakan untuk meminta izin memarkirkan mobilnya di rumahku. Aku membolehkan permintaannya tersebut. Aku juga mempersilahkannya masuk sebentar, namun dia menolak dengan sopan. Aku bilang padanya bahwa tak usah sungkan-sungkan jika ingin menaruh mobilnya di sini. Kami pun saling bertukar nomor telpon via aplikasi online, dengan alasan agar dia dapat menghubungiku kapanpun dia perlu memarkirkan mobilnya, atau bahkan, jika suatu saat dia membutuhkanku.

Beberapa hari, minggu dan bulan pun berlalu. Selama anakku tak di rumah, Gerard selalu memarkirkan mobilnya di rumahku, dan tentunya menemaniku. Kami sudah akrab sejak aku sering berkomunikasi dengannya via chat online, dan tentunya tanpa sepengetahuan Adrien. Aku sudah merasa tidak kesepian lagi saat ini. Aku pun tak peduli ketika tetangga ku melihatku dengan tatapan yang seakan mencibir di belakangku.

Adrien tidak pernah tahu bahwa Gerard masuk ke kehidupanku, bahkan ia juga tidak tahu kalau Gerard selalu menumpang parkir di rumah, karena Gerard hanya datang untuk parkir saat pukul 15 sampai 19 sore. Selebihnya kami saling mengobrol di handphone. Aku belum ada niatan untuk memberitahukan hal ini padanya. Aku takut ia masih belum siap dan masih dilema akan ayahnya. Mungkin juga dia takkan merestui hubungan kami.

Pada suatu malam, malam itu malam Jum’at. Ketika aku sedang di dapur, aku mendengar suara pagar dibuka. Aku mengintip di jendela. Ternyata itu Gerard. Tumben sekali pikirku dia hampir tengah malam begini datang ke rumahku, bahkan kami belum janjian. Aku pun membuka pintu belakang diam-diam dan bertanya padanya dengan alasan apa dia kemari. Dia rupanya ingin menumpang tidur di rumahku, tepatnya tidur bersamaku. Gawat pikirku. Adrien ada di rumah, dan Gerard datang. Aku sempat menegur Gerard mengapa tidak menghubungiku dulu sebelumnya jika mau menginap dirumahku, namun ucapanku seakan dihiraukannya. Aku sebenarnya ingin sekali mengajaknya masuk secara diam-diam. Hasrat ku seakan sudah dijung, namun terkalahkan oleh suatu hal. Di sisi lain aku takut hal itu justru menimbulkan hal yang tak diinginkan terjadi.

Tak lama aku dikejutkan dengan suara Adrien memanggil namaku dari atas tangga, seakan memergokiku sedang berbicara dengan Gerard. “Apa yang sedang ibu lakukan tengah malam begini?” tanya Adrien. “Oh, uhm… aku.. ah.. ibu.. ibu sedang memeriksa pintu nak. Memastikan apakah sudah ibu kunci atau belum.” jawabku. Seketika ku menoleh ke depan, dan rupanya Gerard sudah menghilang entah kemana. Pikirku mungkin dia langsung inisiatif pergi dari rumahku karena takut ketahuan anakku. “Oh. Rupanya hanya kebiasaan ibu saja ya. Aku kira ada seseorang yang datang, larut malam begini.

Suatu saat jika ibu merasa ada orang asing datang,jangan ibu biarkan masuk ya?!” Aku pun mengiyakan saja, dan tak terlalu menghiraukan kejadian malam itu. “Maafkan ibu ya, nak,” ucapku sedih sembari menghampiri Adrien dan memeluknya. Syukurlah Adrien tidak mengetahuinya.

Hal serupa itu terus terjadi, dan uniknya lagi, terjadi setiap malam Jum’at. Dia selalu mengajakku untuk bercinta di kamarku. Aku terus mencari alasan dan cara untuk menolak ajakan Gerard tersebut agar tidak datang malam larut begini. Bukannya aku tidak mencintainya, tetapi aku juga harus menjaga perasaan anakku. Malam yang lain, ketika aku hendak menghampiri pintu untuk membukanya, Adrian membentakku dari belakang. Sial! Bisikku dalam hati.

“Ibu! Sudahlah bu, ibu tidur saja. Ibu kan sudah mengecek pintu rumah sebanyak 3 kali sejak aku pulang tadi. Apakah ibu sudah meminum obatmu malam ini? Aku rasa ibu lupa.” tegur Adrian dengan nada tinggi yang kemudian merendah. Aku pun berbalik dan berkata, “Sudah kok nak. Ibu tidak lupa. Kamu pasti marah ya sama ibu, benci ya sama ibu? Karena penyakit ibu ini?” tanyaku sambil menahan tangis.

“Tidak, bu. Bukannya apa-apa. Namun kebiasaan ibu ini aku perhatikan belakangan agak aneh. Aku sebenarnya tahu..” Belum selesai Adrien berbicara, aku sudah menyangka kalau jangan-jangan dia mengetahui rahasiaku selama ini. “…bahwa ibu mungkin berhalusinasi. Aku memarahi ibu sebenarnya bukan karena ibu sering mengecek berkali-kali pintu rumah, tetapi sebaliknya. Sekarang malah aku yang khawatir dengan ibu, yang seakan kehilangan sifat kehati-hatianmu. Ibu acap kali membuka pintu rumah di larut malam begini. Ibu lupa pesanku?” lanjut Adrien dengan tegas menceramahiku. Apa? Aku berhalusinasi. Jelas-jelas aku berkenalan dengan Gerard, dia memarkirkan mobilnya, kami bersalaman, berbincang online, bahkan sempat berpelukan. Apa benar itu semua hanya ilusiku semata, pikirku.

Pikiranku masih tetap pada pendiriannya bahwa Gerard itu benar-benar nyata. Setelah kejadian malam itu, aku diberikan obat lagi atas saran Adrien pada dokterku. Aku tidak pernah lagi mendengar suara pagar dibuka pada larut malam dan juga jadi mengurangi intensitasku memeriksa sesuatu secara berulang-ulang. Bahkan, akhir-akhir Gerard jadi jarang hadir di kehidupanku, entah mengapa. Mungkin dia sibuk, sehingga dia jarang berkomunikasi lagi denganku, atau mungkin dia marah padaku? Semoga saja tidak.

Dua minggu kemudian, Adrien ada acara di sekolahnya yang mengharuskan dia studi keluar kota selama seminggu. Otomatis aku sendirian lagi. Dengan obat itu, kuharap aku menjadi lebih tenang. Tapi malamnya, ketika aku sedang menonton televisi, dan malam itu masih pukul 22:30, Gerard kembali menghubungiku. Katanya, dia kangen padaku dan ingin sekedar main ke rumah. Dia minta maaf juga karena akhir-akhir ini dia sibuk akan pekerjaannya di luar kota. Aku pun memaafkannya dan mengizinkannya datang ditambah anakku sedang tidak berada di rumah. Tak lama terdengar deru mobil yang terparkir di depan halaman rumahku, bukan di garasi.

Dia menghampiriku dan melepas rindu dengan memelukku erat. Sudah kuduga bahwa Gerard itu benar-benar pria yang nyata. Nyata-nyatanya juga romantis. Dia kemudian menggendongku naik ke lantai atas menuju kamarku dan menaruhku di kasur. Kelihatannya dia akan benar-benar membuktikannya malam ini padaku. Di tengah kemesraan, aku memeluk punggung Gerard, tapi entah kenapa aku merasakan hal yang aneh. Ada banyak bulu di tubuh Gerard yang kusentuh saat kujambak.

“Sayangku Gerard, tubuhmu kenapa berbulu?” tanyaku ngeri. “Memangnya kamu tidak suka?” tanya sosok tersebut yang menurutku sudah bukan Gerard yang kukenal karena suaranya yang terdengar semakin serak, berat dan dalam. Saat kulihat, betapa terkejutnya diriku bahwa yang sedang bersenggama denganku ialah sesosok Genderuwo. Aku pun berlari dengan mengambil kain seadanya untuk menutupi dada dan bagian bawah tubuhku. Aku berteriak keluar rumah meminta tolong kepada tetangga sekitar. Warga pun berhamburan keluar dan menolong diriku yang hanya berbalut kain. Mereka lalu menenangkanku dan mengamankanku di salah satu rumah mereka. Aku pun lalu berterima kasih kepada mereka semua yang rupanya sudah sangat baik terhadapku.

Cerita Horor, Di balik Sumur Tua Nikahi Aku

Cerita Horor, Di balik Sumur Tua Nikahi Aku

jenishantudunia.com – Cerita Horor, Di balik Sumur Tua Nikahi Aku, Kisah ini diceritakan oleh seorang teman. Dia punya kenalan seorang yang bekerja sebagai tur guide. Kisah ini merupakan kisah nyata yang diceritakan kembali oleh pengalaman pribadi sang tour guide.

Saat itu si tour guide membawa rombongannya ke sebuah kota kecil. Ini merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup populer. Sesuai rencana, rombongan akan menginap selama 3 hari di kota ini.

Saat pagi di hari kedua, guide mendapatkan keluhan dari salah satu anggota tournya. Dia adalah seorang pemuda yang berusia di 20 tahunan. Dia menyatakan bahwa ia merasa kamar hotelnya ada penunggunya.

“Mengapa kamu bisa merasa begitu?” tanya guide penasaran.

“Semalam saya bermimpi seorang perempuan. Perempuan itu ingin saya meminangnya.” jawab si pemuda itu.

“Itu hanya mimpi..”

“Tidak.. tidak.. Dia sangat nyata. Dan lagipula, pas saya bangun, saya melihat agen game ikan joker123 sisi ranjang saya agak terasa basah.” Pemuda itu tidur sendirian di kamar itu.

Lalu pemuda itu meminta untuk pindah ke kamar lain. Si tur guide langsung mengiyakan, karena pada saat itu kamar hotel masih banyak yang kosong, jadi pindah ke kamar lain bukan masalah besar. Dan akhirnya masalah dianggap selesai.

Kamar guide itu yang menghadap ke lahan kosong yang terletak di belakang bangunan hotel. Area itu hanya ada ilalang dan rumput liar tumbuh serampangan dengan tanah yang berubah menjadi lumpur merah karena hujan. Di tengah lahan itu ada sebuah sumur tua. Sumur itu sudah tidak pernah digunakan lagi.

Malam harinya sedang turun hujan deras saat guide itu sibuk mempersiapkan acara untuk keesokan paginya di dalam kamar hotelnya. Sesekali dia melongok ke luar jendela dari kamarnya yang terletak di lantai 12. Dan saat dia menengok, di bawah sana ada seseorang mondar-mandir di sekitar sumur tua di tengah-tengah hujan. Tetapi tur guide tidak tahu siapa orang tersebut, karena orangnya membawa payung putih. Tidak kelihatan siapa di situ, pria atau perempuan.

Yang aneh adalah siapakah orang di bawah itu. Di tengah-tengah hujan deras dan larut malam lagi. Khawatir orang itu adalah salah satu anggota tripnya yang sedang keluyuran, tur guide ini buru-buru turun untuk memastikannya. Tetapi ketika dia sampai di area itu, dia tidak menemukan siapapun.

Baca juga : Cerita Horor OCD, Aku dengan Siapa?

Tetapi sebaliknya, dia melihat dua sosok. Seorang perempuan dewasa dan seorang anak kecil. Mereka berdua berjalan bergandengan tangan,si guide itu berjalan di belakang mereka. Mereka tidak memakai payung, dan berjalan menuju sumur tua. Beberapa langkah kemudian, entah karena menyadari ada kehadiran orang atau bagaimana, si anak kecil ini menoleh ke belakang, menatap si tur guide. Walaupun saat itu tengah hujan deras, dan malam hari, tetapi si tur guide sangat yakin apa yang dilihatnya.

Wajah sang anak kelihatan sangat berkeriput. seperti ketika sudah lama berenang atau berendam air, kulit jari sering menjadi berkeriput atau mengkerut, nah bedanya si anak ini berkerut pada sekujur tubuhnya termasuk wajahnya.

Guide itu hanya diam tertegun. Beberapa saat sang wanita dewasa juga menoleh cara login joker123 ke si tur guide. Dia tersenyum. Tetapi selain itu, dari lubang telinga, mata, hidung dan mulutnya kelihatan seperti keluar darah!

Tur guide itu gemetaran, tidak berani bergerak. Sedangkan si wanita dan anak terus berjalan terus ke arah sumur. Setelah berdiri di depan sumur, mereka menghadap membelakangi sumur, sehingga menatap si tur guide. Si tur guide sudah berpikir apa jangan-jangan mereka akan berlari ke arah dia.

Di luar dugaan, dalam sekejap mereka menjatuhkan diri mereka dengan posisi terlentang ke arah sumur. Setelah menyaksikan hal yang menurutnya sangat tidak mungkin, dan sangat yakin itu adalah hantu, si tur guide buru-buru lari kembali ke hotel, kembali ke kamarnya dan berdoa.

Pada pagi hari ketiga, para peserta tur sudah bersiap-siap di dalam bus. Mereka akan lanjut ke kota destinasi berikutnya. Tur guide mengabsen seluruh peserta. Setelah didata semuanya, tur guide melihat masih ada satu orang lagi yang belum di bus. Pemuda yang kemarin mengatakan kamarnya berhantu itu.

Buru-buru si tur guide berlari kembali ke hotel, untuk memanggil pemuda itu untuk segera ke bus, karena mereka sudah mau berangkat.

Tetapi bagaimanapun pintu kamarnya digedor, tidak ada yang membukanya. Akhirnya mereka meminta tolong agen joker123 terbaik staff hotel untuk membukakan pintu, namun tidak menemukan siapapun di dalam kamar.

Mereka mencari-cari pemuda itu tetapi tidak ditemukan.

Setelah itu, sang tur guide teringat, jangan-jangan sang pemuda itu pergi ke tanah kosong di belakang hotel itu. Dia buru-buru turun dan menuju ke area belakang bangunan. Instingnya mengatakan bisa jadi pemuda itu ada di dalam sumur itu. Beberapa peserta tur pria berlari mengikutinya.

Ketika mendekati sumur tua, semua yang hadir di situ juga terkejut bukan kepalang. Lumpur di sekitar sumur terdapat banyak sekali jejak-jejak kaki. Ada yang besar dan kecil (seperti ukuran anak kecil). Dengan hati-hati si tur guide mendekati sumur dan melongok isi sumur. Dan memang, pemuda itu berada di dasar sumur!

Pemuda itu dalam kondisi tidak sadar. Dengan bantuan beberapa peserta tour, mereka berhasil mengeluarkan pemuda itu dari sumur. Dicek nadinya, untungnya pemuda itu masih hidup. Hanya pingsan.

Setelah pemuda itu mulai sadar, dia mulai mencerita apa yang terjadi. Malam kedua setelah dia pindah hotel ternyata wanita dalam mimpi tersebut masih tetap mencarinya dan meminta dia untuk menikahinya. Tentu saja sang pemuda tidak mau.

Di dalam mimpi (atau kejadian nyata, si pemuda itu tidak tahu lagi), perempuan misterius itu yang sedari tadi berdiri di dekat jendela, mulai menuju ke samping tempat tidurnya. Perempuan itu menggandeng tangannya. Herannya, pemuda itu mau saja ikut perempuan itu. Dari situ dia mulai tidak begitu ingat apa yang terjadi setelah itu.

Dan begitulah, tiba-tiba dia sudah ditemukan di dasar sumur pas hari itu. Si tur guide pun merasa, sebetulnya malam sebelumnya mungkin si pemuda itu yang dilihatnya. Karena dia terlihat mondar-mandir tidak jelas, kemudian melompat ke sumur…

Belakangan berdasarkan cerita dari penduduk lokal di sana, sekitar 50 tahun yang lalu ada seorang perempuan dan anaknya dibunuh. Penyebabnya adalah keluarga besar sisi suami merasa istri telah selingkuh dengan orang lain. Saat itu dia sedang hamil. Keluarga besar suami tidak percaya jika anak yang dikandungnya adalah anak kandung dari suami sahnya. Akhirnya keluarga itu secara diam-diam mencelakai perempuan itu dengan membuat dirinya terjatuh ke sumur tersebut dan meninggal di sana. Alasan dia mencari pemuda kemungkinan besar adalah karena pemuda itu memang kelihatan rupawan dan hantu itu merasa tertarik sehingga ingin dipinang olehnya.

Cerita Horor Kembalikan Rambutku

Cerita Horor Kembalikan Rambutku

jenishantudunia.com – Cerita Horor Kembalikan Rambutku, Ini adalah cerita yang saya dengar dari teman pramugari. Ada satu teman kita sebut saja namanya Elis yang juga seorang pramugari.

Elis bekerja sebagai pramugari di salah satu maskapai terkenal. Dia tipe perempuan yang sangat memperhatikan penampilannya. Dan salah satu yang paling dia perhatikan adalah rambutnya. Kalau bisa dibilang, rambut merupakan bagian dirinya yang paling dia sukai dan jaga. Jadi tidak heran jika dia sangat memperhatikan setiap detil-detil perawatan yang harus dilakukan untuk mahkotanya.

Kisah ini bermula saat dia pergi ke salah satu calon langganannya. Malam minggu itu dia akan menghadiri pesta kondangan.

Sebagai pelanggan setia, dia pun juga sudah akrab dengan hair stylist yang biasanya yang menangani rambutnya. Untuk model kali ini hair stylistnya mengandalkan hair extension untuk membuat penampilan yang elegan. Elis sangat puas dengan hasil kerja sang stylist.

Setelah selesai pesta,Cerita dimulai kembali saat dia pulang kembali ke kost-nya. Dia tinggal berdua dengan salah satu temannya.

Kamar sudah gelap. Temannya sudah tidur duluan. Elis pelan-pelan memasuki kamar. Setelah gosok gigi dan cuci wajah, dia pun siap-siap tidur. Dia memenjamkan matanya. Namun entah kenapa dia merasa tidak tenang. Ada perasaan tidak enak di dalam hatinya.

Seperti seseorang sedang menatapnya. Pelan-pelan dia membuka matanya dan seperti ada gadis yang berdiri di samping ranjangnya. Namun saat matanya terbuka lebar, ternyata kosong. Ranjang seberang temannya masih sedang tidur nyenyak.

Merasa dirinya mungkin kecapaian, dia akhirnya kembali memenjamkan matanya dan tertidur.

Saat Minggu paginya, Elis sedang di kamar mandi sikat gigi.

Baca juga : Cerita Horor, Di balik Sumur Tua Nikahi Aku

Tiba-tiba dia mendengar teriakan temannya. Buru-buru Elis berlari keluar. Temannya dengan gemetar menunjuk ke arah ranjang Elis. Ternyata ada segumpal rambut di atas kasurnya. Elis agak syok juga. Dari mana rambut itu berasal. Namun dia tiba-tiba teringat kalau kemarin siang dia dari salon. Mungkin hasil pekerjaan si hair stylist kurang ok sehingga rambutnya lepas.

Buru-buru Elis menjelaskan ke temannya, baru si teman itu agak tenang.

Malam harinya saat dia akan tidur lagi, kembali ada perasaan tidak enak. Tetapi kali ini dia merasa lebih parah. Dia tahu sebetulnya di kamar tidak ada apa-apa. Tetapi entah kenapa nalurinya berontak. Dia akhirnya kembali membuka mata untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa di kamarnya situ tidak ada apa-apa. Selain hanya temannya saja.

Dan betul saja, saat dia membuka matanya, seorang gadis berdiri tepat di sampingnya.

Elis, mengusap-usap matanya, tetapi gadis itu masih tetap ada. Elis sangat ingat. Itu adalah bayangan gadis yang dia lihat sekilas semalam! gadis itu terlihat sangat tidak senang. Mulutnya bergerak-gerak seolah-olah membicarakan sesuatu. Jantung Elis berdegup kencang. gadis itu terlihat sedang marah-marah, tetapi suaranya terdengar seperti bisikan yang kacau. Elis tidak menangkap apa yang diomongkan sang gadis.

Dan dengan sangat tiba-tiba saja suara bisikan itu berubah menjadi teriakan nyaring.

“KEMBALIKAN RAMBUTKU!”

Elis langsung terbangun. Sekujur badannya keringat. Luar masih malam. Tetapi dia tidak bisa tidur sepanjang malam setelah itu. Mimpi tadi terlalu nyata. Dia mulai merasa ada yang tidak beres dengan rambutnya. Tetapi ada apa dengan rambutnya?

Lalu dia pun teringat. Dia menggunakan sambungan rambut. Mungkinkah itu penyebabnya?

Hari Senin pagi Elis buru-buru ke salon untuk meminta kejelasannya ke hair stylist-nya itu. Sang hair stylist tidak bisa langsung memberikan jawaban, tetapi berjanji akan mencoba melacak kembali asal usul rambutnya itu.

Beberapa minggu kemudian akhirnya Elis pun mendapat jawaban. Ternyata rambut yang dipasangkannya itu adalah rambut asli milik seorang gadis. gadis ini sangat menyukai rambutnya dan merawatnya dengan sangat baik. Saat meninggal, ada salah satu anggota keluarga yang memutuskan memotong rambut sang gadis untuk dijual (karena rambutnya yang sangat bagus dan panjang). Dan rambut itulah yang dipakaikan ke Elis.

Gadis itu sepertinya tidak suka rambutnya dipakai siapapun, itu sebabnya Elis diganggu. Setelah mengetahui kondisinya seperti itu, mereka akhirnya memutuskan untuk mengembalikan rambut tersebut ke pemakaman gadis itu.

Cerita Panggilan Misterius

Cerita Panggilan Misterius

jenishantudunia.com – Dimulai dari mendapatkan telpon dari seseorang yang tidak dikenal “Halo, apakah ini Bapak Henderson?”Sebetulnya tidak ada alasan saya untuk menjawab panggilan itu. Bahkan hp saya sudah menunjukkan kalau itu adalah private number. Tetapi sudahlah. Toh sudah lama tidak ada yang bisa saya berbicara sekarang ini. Bahkan berbicara dengan kreditur pun kelihatannya menarik.

Saya sudah lama tidak berkomunikasi secara langsung dengan orang. Semenjak istri saya terbunuh di tahun 2015. Semuanya hanya karena sebuah perampokan. Di malam itu, satu pemuda bajingan menyelinap rumah kami. Pemuda itu menembaknya.

Pelaku berhasil ditangkap dua hari kemudian. Dipenjara seumur hidup. Hingga hari ini dia masih ada di dalam penjara.

Saya sendiri bekerja sebagai Web developer semenjak kepergian istri. Saya kerja secara remote, jadi sangat cocok dengan keinginan saya yang tinggal sendirian tanpa diganggu siapapun. Saya yang sekarang ini tidak punya teman lagi.

“Cari Pak Henderson yang mana?” tanya saya sambil duduk di kursi dengan sebotol anggur. Hari itu sedang hujan badai. Angin kencang bertiup di luar.

“Uhhh… Arthur Henderson,” jawab perempuan itu. Suara perempuan itu sangat familiar. Suara yang tenang dan cantik. Tetapi saya rasa ini pasti pengaruh alkohol dari minuman anggur saya yang sudah saya habisi setengah botol.

“Maaf, Bu.. Tetapi Arthur Henderson sudah meninggal enam tahun lalu,” jawab saya agak jengkel karena buruknya sistem pencatatan di perusahaan itu.

Dia terdiam sebentar.

“Ya ampun… Di sini tidak tertulis begitu. Maafkan saya Pak. Kami tidak menyadarinya. Bolehkah kami coba cek sebentar?”

Terdengar suara lemari kabinet dibuka. Lalu terdengar sedikit suara statis. Saya rasa, perempuan itu pasti menjepit telepon ke pundaknya sambil sibuk mencari data di kabinet. Saya tersenyum kecil sedikit membayangkannya.

“Oh gak apa-apa. Tidak usah khawatir. Bagaimana kalau kamu sambil perkenalkan dirimu dulu?” tanya saya, sambil di dalam hati memarahi sendiri karena mencoba pedekate di saat seperti ini.

Dia tertawa. Cara tertawanya sangat familiar. “Nama saya Emily. Dan saya kerja di perusahaan kredit. Sayangnya kami tidak bisa menyebutkan nama perusahaan kami karena Anda bukan nasabah kami. Kamu baru saja mengakuinya…”

Baca juga : Cerita Horor Penampakan itu Nyata

“Baiklah..”

“Jadi saya tebak, kamu adalah putranya bapak Arthur Henderson?” tanya dia sambil memilah-milah kertas.

“Ya Bu. Tetapi ini sudah lama sekali.. Seharusnya saya tidak berurusan dengan utang orang yang sudah tiada lama bukan?” tanya saya penuh harap.

“Um, mari kita coba cek,” masih terdengar dia mencoba membuka-buka buku di ujung telepon.

“Maaf Pak,” jawab dia dengan nada menyesal. “Aturan terkait ini ada di salah satu binder, jadi agak susah dicari. Harap tunggu sesaat.”

“Okay tidak masalah. Saya tidak tahu hari ini masih ada orang yang menyimpan catatan dalam bentuk kertas.. Apakah saya akan mendapat email konfirmasi terkait tagihan ini?” tanya saya.

“Maaf?”

“Email tagihan..”

“Email?”

“Ya.. Email.. surat elektronik.. Konfirmasi tagihan?” tanya saya ragu, yang dari bingung menjadi frustasi. Ada apa dengan perempuan ini? Dia tidak tahu email itu apa?

“Kami belum melakukan ini di sini… Mungkin tunggu beberapa tahun lagi baru pakai teknologi itu,” jawabnya. “Namun anda harus tahu, menunggak pembayaran merupakan masalah serius. Penunggakan bisa mempengaruhi rating kredit individu, apabila tidak sesegera dibayar.”

“Ok, ok, tentu.” jawab saya, yang mulai gundah dan khawatir. “Apa yang bisa saya lakukan?”

“Apakah istri Pak Arthur Henderson ada?” tanya dia.

“Sudah meninggal di tahun ’06”

“Maaf, tahun berapa? Uh saya sepertinya sial campur malang.”

Sungguh aneh! Kata-kata itu. Cara dia mengatakannya. Tidak banyak orang yang menggunakan kata frasa itu. Tetapi begitu dia mengucapkannya, memori saya langsung tergenjot.

Istriku bekerja di perusahaan kartu kredit sebelum kami bertemu. Namanya Emily. Suaranya mirip dengan penelepon itu. Hanya saja wanita di telepon terdengar lebih muda. Lebih semangat dari yang saya ingat.

“Apa nama belakangmu?” tanya saya.

Sunyi..

“Begini, saya tahu ini pertanyaan aneh. Tetapi aku mohon, saya rasa kita saling kenal.”

“Saya tidak bisa memberikan informasi itu…” jawabnya.

“Okay. Kamu sekolah di SMA Jefferson Memorial bukan?”

“Ya…” jawabnya terkejut. “Bagaimana kamu bisa tahu?”

Luar biasa! Emily sudah meninggal. Suara di telepon mirip dirinya. Lebih muda, lebih bahagia, lebih optimistik. Kondisi seperti ini adalah salah satu dari mimpi yang sering membuat saya terjaga di malam. Dan hari ini, saya dalam kondisi sadar. Apakah ini sebuah kebetulan?

“Nama ibumu, Eva?”

Kembali tidak ada suara. Namun jawabannya mengkonfirmasi kecurigaan saya.

“Siapa ini?”

Saya menarik napas dalam-dalam. Entah saya mulai paham apa yang terjadi, atau saya sudah gila. Yang pasti saya nikmati saja kondisi ini. “Pertanyaan berikutnya akan terdengar aneh. Hari ini tanggal berapa?”

“Maaf, Pak.. Apa? Tunggu sebentar.” Dia berhenti sebentar kemudian terdengar suara kemeresak kertas lagi, lalu beberapa saat “Hari ini 9 Juli 1999.”

Mustahil. Mungkinkah gara-gara badai yang sedang terjadi di luar? Di hari peringatan kematian dia?

“Emily, dengarkan saya.”

“Pak. Percakapan ini sudah mulai melenceng. Mari kita fokus di pembayaran saja..”

“Dengarkan baik-baik.. Satu hari, satu hari kamu akan bertemu seorang pria. Kamu akan jatuh cinta padanya, Emily. Dia akan mencintaimu melebihi apa yang kamu bayangkan.” Saya harus memberikan sesuatu yang bisa membuat dia ingat. “Pada hari liburan bersama pertama kalian, dia akan membelikan satu hadiah untuk semua dua belas hari natal.”

“Terdengar romantis,” komentar dia sambil tertawa. “Apakah kamu peramal?”

“Saya sangat serius. Kamu akan menikah dengan pria ini Emily. Dia akan memberikan kamu cincin yang selalu kamu inginkan. Upacara pernikahannya di kota kelahiranmu. Seluruh keluargamu ada di sana, termasuk tante Zelda dan nenekmu yang dari Tennessee…”

“Saya suka ramalan zodiak,” jawab dia dengan sedikit nada menyindir.

“Namun, dua tahun kemudian, 9 Juli 2015, kamu akan terbunuh di rumah yang kalian tinggali bersama.”

Suara hening, kemudian terdengar suara, “Jadi apa yang harus aku lakukan?”

Pertama-tama, saya bilang untuk hindari rumah di hari itu. Untuk jangan pacaran dengan saya, untuk menghindar, dan cari orang lain yang lebih baik. Namun ditengah pembicaraan, suara tiba-tiba terputus. Saya berusaha telepon balik, tetapi tidak pernah ada yang angkat lagi.

Saya tertidur sambil terdengar suara halilintar menggelegar sepanjang malam. Malam naas itu kembali muncul di dalam mimpi saya. Teriakan dia. Badan dia terbujur di lantai. Saya tidak pernah bertanya-tanya pada sambungan telepon itu. Saya tidak bertanya kenapa. Mungkin itu Tuhan. Mungkin itu hanya waktu. Namun ketika saya terbangun kemarin pagi..

Emily berada di samping saya.

Cerita Horor Penampakan itu Nyata

Cerita Horor Penampakan itu Nyata

jenishantudunia.com – Cerita Horor Penampakan itu Nyata, Saat itu umur saya 7 tahun, dan kakak saya 10 tahun. Pada suatu malam, dan ibu mengatakan ke kami untuk tidur. Pada waktu itu ayah sedang tidak berada di rumah. Dikarenakan pekerjaannya di bidang konstruksi di luar kota, di rumah sering hanya kami bertiga selama berminggu-minggu.

Saya perlu jelaskan kalau kakakku dan ibuku ini adalah tipe orang yang suka pergi ke kamar kecil di tengah malam. Saya tahu, karena saya tipe orang yang gampang terbangun dari tidur, ditambah mereka biasanya selalu flush dengan pintu terbuka.

Saat mau tidur, kakak saya pergi ke kamar kecil. “Saya mau pipis dulu. Beberapa malam ini saya gak berani ke kamar kecil gara-gara terus melihat ada orang berpakaian belang di ujung koridor situ.”

Ibuku tidak merespon apa yang dibilang kakak. Saya gak tahu ibuku idnplay indonesia mengabaikan kakak karena mengira kakak mencoba-coba menakut-nakuti aku, atau karena ibu sudah terlalu lelah sehingga tidak menanggapinya. Tetapi yang jelas saya sangat takut.

Gara-gara takut kalau melihat ada penampakan di jendela pada tengah malamlah yang membuat saya selalu berlari dari tangga ke kamar saat malam hari.

Baca juga : Cerita Horor Kembalikan Rambutku

Sebagai info, kamar kami semua ada di lantai dua. Ketika naik tangga, kamar orang tua kami ada di sebelah kanan. Sedangkan kamar kakak dan kamar saya ada di sisi kiri. Kamar saya dan kakak saling berhadapan.

Bertahun-tahun kemudian, ketika saya berumur 18 tahun, saya dan ibu saya ngobrol di dalam mobil. Waktu itu kami sedang ngobrol tentang game poker online anjing yang sempat dipelihara kami bernama Max waktu saya masih kecil. Topik kami seputar kebiasaan Max yang suka menggigit sepatuku.

Terus ibuku tiba-tiba menyelutuk, “Kamu ingat tidak, saat ibu buka pintu untuk polisi, terus Max langsung lari masuk ke dapur rumah dan merobek makanan anjing?”

Itu benar-benar membuat saya syok. Rumah kita pernah kedatangan polisi? Selama ini setahu saya, kami tidak pernah sekalipun memanggil polisi.

Pada saat saya bertanya, ibu pun sama terkejutnya. Lalu dia pun teringat. “Oh ya, waktu itu kamu masih kecil, jadi saya tidak cerita ke kamu. Jadi satu malam, saya terbangun karena mendengar ada suara di luar jendela kamar. Ternyata ada seorang pria yang sedang menatap kamar saya.”

Ibu cerita dia langsung buru-buru menyalakan lampu dan mengambil pistol milik poker idn terpercaya ayah. Ia tidak mengingat secara terperinci. Tetapi ketika polisi muncul saya memberikan ciri-ciri orang misterius itu, seorang pria jangkung tinggi, mengenakan pakaian bergaris-garis, celana jeans, dan rambut hitam pendek. Kurang lebih seperti itu.

Polisi mengatakan deskripsi itu cocok dengan salah satu narapidana yang kabur dari penjara di sekitar situ. Ternyata dia seorang pembunuh.

Setelah mendengar cerita itu saya mulai teringat dengan yang dibilang kakak bertahun-tahun lalu. Waktu itu, kakakku tanpa disadari sudah memergoki seorang pembunuh yang telah keluyuran di sekitar rumah kami selama beberapa malam.